Sebuah smash keras akhirnya menyudahi perlawanan sang pemuncak klasemen, sekaligus menghidupkan asa Livin’ Mandiri menuju babak final four.
Baca Juga: Proliga 2026 Seri Malang, Laju Megatron dan Kudeta di Ken Arok
Evaluasi dari Balik Garis Lapangan
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi kubu JPE. Pelatih Bullent Karsioglu menduga anak asuhnya terjebak dalam rasa percaya diri yang berlebihan.
“Mungkin karena sudah di rangking pertama anak-anak bermain over confidence. Tapi kekalahan hari ini kita lupakan, dan kami tetap menatap pertandingan selanjutnya,” ujar Bullent.
Manajer tim JPE, Widi Triyoso, turut mengamini merosotnya performa tim. “Mungkin kami akan evaluasi tentang kekalahan hari ini. Tapi kami tetap optimis di pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Widi.
Di kubu pemenang, asisten pelatih Wilda Siti Nurfadila mensyukuri keberhasilan anak asuhnya menjaga mentalitas.
“Kami dari jajaran pelatih memang menginstruksikan agar anak-anak bermain tanpa beban, dan hasilnya bisa kita lihat sendiri,” ujarnya. Meski begitu, ia mencatat adanya kelengahan di set ketiga yang harus segera diperbaiki. (*)






