Selama ini, pengelolaan sampah di daerah seringkali terkendala infrastruktur dan pendanaan, sehingga hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian overload.
Baca Juga: Haru Warga Aceh Tamiang Sambut Lebaran 2026: Presiden Prabowo Hadir di Sisi Kami
Dengan masuknya BPI Danantara dalam skema ini, pemerintah berharap sistem pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dapat segera terwujud.
Hilirisasi sampah menjadi listrik diklaim akan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya domestik yang ramah lingkungan.
Peluang Ekonomi Baru
Selain dampak ekologis, percepatan proyek Waste to Energy ini diproyeksikan bakal membuka peluang ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja di sektor teknologi hijau.
Pemerintah optimis, transformasi ini akan mendorong kota-kota di Indonesia bertransformasi menjadi kawasan yang lebih bersih dan berkelanjutan sesuai standar global.
Baca Juga: Open House Istana 2026: Presiden Prabowo Prioritaskan Rakyat ketimbang Pejabat
Langkah Prabowo ini menandai arah baru kebijakan hilirisasi yang tidak hanya menyasar sektor pertambangan, tetapi juga sektor tata kota dan energi terbarukan yang bersumber dari limbah masyarakat. (*)






