Seluruh produk yang dibawa telah siap ekspor, baik dari sisi kualitas material, desain, konsistensi produksi, maupun pemenuhan standar pasar global.
Baca Juga: Sinergi Transportasi dan Hotel Permudah Wisatawan Menuju Sarinah
“Proses kurasi Sarinah dilakukan berbasis pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan perilaku buyer internasional, sehingga produk-produk yang dihadirkan tidak hanya kuat secara narasi budaya, tetapi juga kompetitif secara bisnis,” paparnya.
Adapun portofolio produk yang dipresentasikan mencakup berbagai kategori yang relevan bagi pasar global, mulai dari wastra premium meliputi batik, ulos, dan tenun hingga home décor dan aksesori dengan nilai budaya yang kuat.
Selain itu, Sarinah juga menghadirkan produk food & beverage (F&B) terkurasi yang merepresentasikan kekayaan rasa dan identitas Indonesia, dengan standar kualitas yang telah disesuaikan untuk pasar internasional.
Menurutnya, partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia, memperluas akses pasar global, serta mendorong produk kreatif nasional masuk ke dalam ekosistem perdagangan internasional yang berkelanjutan.
Baca Juga: Sarinah Gelar Midnight Sale dan Diskon Separuh Harga, Catat Tanggalnya
“Di masa mendatang, Sarinah akan terus memperkuat perannya sebagai kurator, agregator, dan akselerator ekspor bagi merek-merek lokal terpilih, dengan pendekatan berbasis pasar (market-driven), guna memastikan produk Indonesia hadir secara relevan, bernilai tambah, dan berdaya saing di panggung global,” pungkas Raisha. (*)






