Baca Juga: PalmCo Perluas 44 Ribu Hektare Sawit Berkelanjutan di Riau, Garap Skema Organik
Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada akhir 2028. Selain produk pangan, perusahaan juga merancang pabrik biodiesel berkapasitas 450.000 ton per tahun guna menyokong ketahanan energi nasional.
Dampak Sosial dan Kepastian Pasar Petani
Proyek di Sei Mangkei ini diproyeksi menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan menyerap sekitar 2.900 tenaga kerja, mulai dari fase konstruksi hingga operasional penuh.
Jatmiko menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar urusan industri, melainkan upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata melalui efek berganda di sektor logistik dan UMKM.
Di sisi hulu, hilirisasi ini menjadi kabar baik bagi petani sawit rakyat. PalmCo memproyeksikan fasilitas ini mampu menyerap hingga 2,7 juta ton TBS per tahun atau setara 567.000 ton CPO pada 2030 mendatang.
Baca Juga: Ekonomi Hijau: PTPN IV PalmCo Bangun 16 Pabrik CBG, Target Serap 1.600 Tenaga Kerja Baru
“Dengan hilirisasi ini, kami ingin memastikan hasil produksi petani terserap secara berkelanjutan. Ini penting untuk menjaga stabilitas ekosistem sawit nasional,” tutur Jatmiko.
Dengan integrasi dari hulu ke hilir, PalmCo optimistis transformasi ini akan mengukuhkan posisi Indonesia dalam rantai pasok global produk berbasis sawit yang lebih bernilai. (*)






