Baca Juga: Donald Trump Tetapkan Kebijakan Tarif Impor 32 Persen Untuk Indonesia
Krisis Energi dan Ancaman Inflasi Global
Blokade Iran di Selat Hormuz telah memicu guncangan hebat pada ekonomi global. Iran bersumpah tidak akan membiarkan “satu liter minyak pun” lewat untuk musuh-musuhnya. Akibatnya, harga minyak dunia meroket melampaui USD 100 per barel, memicu ancaman lonjakan inflasi global.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia. Penutupan jalur ini terjadi di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang kini memasuki minggu ketiga.
Menanggapi potensi serangan darat ke fasilitas nuklir Isfahan atau pelabuhan minyak Pulau Kharg, Trump mengaku tidak gentar.
“Saya benar-benar tidak takut akan hal itu. Saya benar-benar tidak takut akan apa pun,” tegasnya saat ditanya mengenai risiko kegagalan militer seperti era Perang Vietnam.
Baca Juga: Klaim Trump Soal Akhir Perang Iran: Benarkah Washington Telah Mencapai Targetnya?
Konflik Meluas ke Wilayah Teluk
Situasi di Timur Tengah kian membara setelah Iran meluncurkan serangan baru ke penjuru Teluk. Qatar melaporkan telah mencegat sebuah rudal, sementara Uni Emirat Arab sempat menutup wilayah udaranya akibat ancaman drone. Di Irak, serangan roket menyasar area dekat Kedutaan Besar AS di Baghdad.
Di tengah ketegangan, Trump juga memuji tewasnya Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam serangan Israel. Ia menuding Larijani sebagai sosok yang bertanggung jawab atas penumpasan demonstran di Iran.






