URBANCITY.CO.ID – Ribuan SPKLU PLN siap dukung kendaraan listrik. Laju adopsi kendaraan listrik di tanah air tak lagi sekadar wacana di atas kertas. PT PLN (Persero) tampaknya sedang benar-benar “gaspol” dalam membangun ekosistem setrum.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan setrum negara ini mencatatkan lonjakan infrastruktur yang cukup signifikan.
Berdasarkan data terbaru, PLN bersama mitranya telah mengoperasikan 4.655 mesin Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Angka ini melompat sekitar 44 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tertahan di angka 3.223 unit. Tak hanya jumlah mesin, titik lokasinya pun kian merata, kini tersebar di 3.007 titik dari sebelumnya hanya 2.192 lokasi.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa langkah agresif ini merupakan pengejawantahan instruksi pemerintah untuk mempercepat transisi energi, khususnya di sektor transportasi yang menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar.
Baca Juga: Dominasi Biru di GOR Ken Arok: Jakarta Pertamina Enduro Tekuk Electric PLN
Sejalan dengan instruksi pemerintah untuk mendorong adopsi EV di tanah air, PLN berkomitmen penuh menjadi garda terdepan dalam menyediakan infrastruktur charging station yang andal.
“Dengan ketersediaan SPKLU yang semakin masif dan merata, kami ingin memberikan rasa aman serta kenyamanan bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik,” ujar Darmawan.
Melawan Cemas Kehabisan Daya
Bagi pemilik mobil listrik, musuh utamanya adalah range anxiety—kecemasan akan kehabisan daya di tengah jalan. Menjawab tantangan itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyatakan pihaknya kini lebih menitikberatkan pada teknologi pengisian cepat.




