Hingga kini, PLN telah menyiagakan 633 unit Ultra Fast Charging dan 482 unit Fast Charging. Sisanya didominasi oleh 2.681 unit Medium Charging dan 859 unit pengisian standar.
Baca Juga: PLN Manfaatkan 3,44 Juta Ton FABA, Dorong Ekonomi Hijau
“Kami tidak hanya fokus di kuantitas, tapi juga kualitas layanan. Hadirnya teknologi pengisian daya yang lebih cepat diharapkan dapat mengurangi range anxiety para pengguna EV,” jelas Adi.
Demam Pengisian Rumahan
Menariknya, lonjakan tidak hanya terjadi di ruang publik. Layanan Home Charging Services (HCS) justru menunjukkan pertumbuhan yang lebih eksponensial. Pada akhir 2025, tercatat ada 70.250 pelanggan yang memasang pengisi daya di rumah, naik dua kali lipat lebih dari posisi 2024 yang hanya 32.215 pelanggan.
Daya tarik ini tak lepas dari “pemanis” berupa diskon 50 persen untuk pasang baru serta potongan tarif listrik 30 persen bagi pengisian daya di tengah malam (pukul 22.00–05.00 WIB).
Di sisi digital, PLN mengandalkan fitur Trip Planner dan AntreEV pada aplikasi PLN Mobile untuk memandu rute perjalanan pengguna agar tidak terjebak antrean panjang di SPKLU.
Baca Juga: PLN Dorong Hilirisasi Baterai: Kolaborasi IBC untuk Ekosistem Listrik Hijau
“Seiring dengan ekosistem EV yang terus bertumbuh, kami akan terus meningkatkan kesiapan layanan pengisian kendaraan listrik melalui penguatan infrastruktur di berbagai wilayah dan layanan digital yang semakin solid,” pungkas Adi.
Rincian Kekuatan Teknologi SPKLU (Kondisi 2025)
Untuk menjawab tantangan range anxiety, PLN membagi infrastruktur pengisian berdasarkan kecepatan daya sebagai berikut:






