Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, memaparkan bahwa total kapasitas daya terpasang kini menyentuh 5.240 megavolt ampere (MVA). Konsumsi listriknya pun meroket ke angka 7,1 terawatt hour (TWh).
Baca Juga: Sengatan Ambisi di Jalur Setrum, Ribuan SPKLU PLN Siap Dukung Kendaraan Listrik
“Program ini dirancang bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Adi.
Dampak nyata dirasakan di Kabupaten Seluma, Bengkulu. Bupati Seluma, Teddy Rahman, mengakui sinergi ini telah mengubah wajah irigasi dan pengolahan hasil tani di daerahnya.
“Program ini bukan hanya soal pasokan listrik, tapi juga tentang bagaimana energi mampu mengubah kehidupan petani kami,” ucapnya.
Senada dengan Teddy, Abdurrahman, peternak bebek dari Tangerang, merasakan kestabilan suhu kandang berkat asupan setrum yang konsisten.
“Sebelumnya, kami menghadapi banyak kendala dalam mengatur suhu bibit bebek di kandang. Dengan adanya listrik dari PLN, ternak kami menjadi lebih sehat, dan hasil produksinya pun meningkat,” kata Abdurrahman.
Baca Juga: PLN Manfaatkan 3,44 Juta Ton FABA, Dorong Ekonomi Hijau
Bagi industri, efisiensi ini adalah soal napas usaha. Ashawir, Manajer Produksi PT Layar Perkasa Nusantara di Sulawesi Selatan, menghitung penghematan biaya operasional galangan kapalnya mencapai lebih dari 20 persen sejak bermigrasi ke listrik.
“Jika menggunakan mesin diesel, biaya operasional diprediksi hampir mencapai satu miliar per tahun, namun jika menggunakan listrik hanya sekitar Rp 730 juta per tahun,” tuturnya. (*)




