Langkah ini sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran yang ingin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global.
“Indonesia terus berinovasi untuk memastikan bahwa dana haji tidak hanya tersimpan dengan aman, tetapi juga berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi jamaah haji dan pembangunan ekonomi syariah nasional,” tambah Emir.
Baca Juga: Bank Muamalat Hadirkan SRIA Sosial Perdana di Indonesia
Posisi Indonesia di kancah global memang sedang berada di atas angin. Berada di peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2024/2025, Indonesia kini bukan lagi pemain pinggiran.
Dengan penguasaan saham terbesar ketiga di IsDB, diplomasi ekonomi syariah di Madinah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia siap memimpin standar baru pengelolaan keuangan publik Islam di mata dunia. (*)






