<strong>URBANCITY.CO.ID</strong> – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Andalas, berhasil mengubah tumpukan limbah kelapa di Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi peluang ekonomi baru. Perusahaan menjalankan program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera) untuk mengolah 60 ton sampah kelapa setiap bulan menjadi cocopeat. Serbuk halus dari sabut kelapa ini berfungsi sebagai campuran pakan ternak yang sangat efisien bagi peternak unggas lokal. Program ini memangkas biaya pakan para peternak unggas di Lhoknga hingga 60 persen setiap bulannya. Inisiatif tersebut sekaligus mengurangi emisi karbon sebanyak 34,8 ton CO₂ yang sebelumnya dihasilkan dari pembakaran sampah kelapa secara sembarangan. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/sig-hadirkan-beton-minimix-solusi-praktis-renovasi-rumah-di-jalan-sempit/">SIG Hadirkan Beton MiniMix, Solusi Praktis Renovasi Rumah di Jalan Sempit</a></strong> SIG menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) dalam mengoperasikan alat pengolah sampah serta memberikan pendampingan edukatif kepada masyarakat setempat. <h5><strong>Strategi Keberlanjutan Perusahaan</strong></h5> Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa program Sakeladera mewujudkan komitmen perusahaan dalam pilar "Perlindungan terhadap Lingkungan" dan "Menciptakan Nilai untuk Komunitas". Strategi ini menjadi bagian integral dari Sustainability Roadmap SIG 2030 sebagai panduan operasional keberlanjutan. Perusahaan terus mengintegrasikan indikator kinerja lingkungan ke dalam seluruh lini bisnis mereka demi memberikan dampak positif yang berkelanjutan. "Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas selaku unit usaha SIG menjadi bukti nyata kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh,” kata Vita Mahreyni.<!--nextpage--> <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/kinerja-dbs-treasures-2026-laba-melonjak-289-nasabah-baru-tumbuh-signifikan/">Kinerja DBS Treasures 2026: Laba Melonjak 289%, Nasabah Baru Tumbuh Signifikan</a></strong> <h5><strong>Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat</strong></h5> Program Sakeladera menciptakan rantai pasok baru yang melibatkan 28 warga lokal dalam proses pengumpulan hingga distribusi cocopeat. Produk hasil olahan ini bahkan telah lulus uji laboratorium dengan kandungan kalsium dan protein yang memenuhi standar pakan ternak. Investasi sosial perusahaan menghasilkan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5 yang berarti setiap satu rupiah investasi memberikan 2,5 rupiah manfaat bagi warga. "Kami memberikan apresiasi kepada PT Solusi Bangun Andalas atas inovasi sosial ini yang telah menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan terbukti berhasil mengatasi kerusakan lingkungan,” ujar Vita Mahreyni. <h5><strong>Apresiasi dari Peternak Lokal</strong></h5> Muhammad Ikhsan, anggota Kelompok Usaha Puyuh Andalas, merasakan perubahan besar dalam efisiensi operasional usaha ternaknya setelah menggunakan pakan campuran cocopeat. <strong>Baca juga: <a href="https://urbancity.co.id/sig-resmikan-dermaga-modern-tuban-siap-ekspor-ke-amerika-serikat/">SIG Resmikan Dermaga Modern Tuban, Siap Ekspor ke Amerika Serikat</a></strong> Ia mengakui bahwa program ini mengubah persepsi masyarakat terhadap limbah yang sebelumnya hanya menjadi beban lingkungan kini menjadi aset bernilai ekonomi tinggi. Dukungan berkelanjutan dari SIG memotivasi para peternak untuk terus mengembangkan usahanya secara mandiri. "Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak," ungkapnya.<!--nextpage--> "Terima kasih SIG dan PT Solusi Bangun Andalas. Semoga sukses selalu dan terus peduli kepada kami masyarakat,” pungkas Ikhsan. (*)