Lain lagi cerita dari Maladewa. Negeri kepulauan itu memesan ribuan lilin berbahan batok kelapa—sebuah bukti bahwa pasar internasional makin keranjingan produk ramah lingkungan. Sementara itu, Agrominafiber yang fokus pada serat alam sukses mengikat hati pembeli dari Argentina dan Jepang.
Baca Juga: Bio Farma Dorong UMKM Kreatif Naik Kelas di INACRAFT 2026
Misi Naik Kelas
Cuan miliaran rupiah ini dianggap Pertamina sebagai buah manis dari konsistensi pembinaan. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa INACRAFT adalah etalase strategis untuk menguji nyali UMKM di hadapan selera global.
“Kami mendorong UMKM untuk tidak hanya mencetak penjualan, tetapi juga membangun keberlanjutan usaha agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar internasional,” kata Baron.
Targetnya jelas, menjadikan usaha kecil bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan mesin penggerak ekonomi yang mampu berbicara banyak di panggung dunia.
Nota Hijau dari Meja INACRAFT
Capaian Rp7,5 miliar dalam tiga hari pameran bukan sekadar angka di atas mesin kasir. Ini adalah validasi atas kualitas kerajinan tangan lokal yang mampu menembus selera global yang ketat. Transaksi ini terbagi menjadi dua mesin utama: penjualan langsung di lokasi (ritel) dan janji kerja sama masa depan (komitmen).
Baca Juga: UMKM Pertamina Raih Rp1,9 Miliar di Hari Pertama INACRAFT 2026
Rincian Perputaran Uang
- Total Transaksi: Rp7,5 Miliar
- Transaksi Ritel: Rp3,8 Miliar (50,7%)
- Didominasi oleh pembeli perorangan dan kolektor dari dalam dan luar negeri.
- Komitmen Buyer (Ekspor): Rp3,7 Miliar (49,3%)
- Berupa kontrak pasokan rutin untuk pasar ritel luar negeri (Malaysia, Prancis, dan Maladewa).(*)






