UBANCITY.CO.ID – Wajah properti ibu kota tak lagi lesu. Geliat ekspansi perkantoran hingga demam kendaraan listrik menjadi bahan bakar utama.
PASAR properti Jakarta tampaknya sedang menikmati bulan madu yang panjang. Setelah menutup tahun 2025 dengan catatan positif, denyut bisnis lahan dan bangunan di ibu kota diprediksi bakal makin kencang sepanjang 2026.
Laporan terbaru dari CBRE Indonesia menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi makro dan perubahan gaya hidup kaum urban menjadi motor utama penggerak sektor ini.
Dalam acara Media Briefing yang digelar Rabu, 11 Februari 2026, Managing Director CBRE Advisory Indonesia, Angela Wibawa, memberikan sinyal optimis. Menurut dia, terbatasnya pasokan baru di pasar justru menjadi berkah karena meredakan tekanan kompetisi harga sewa.
Baca Juga: Pasar Properti Mewah di China Laris Manis, Hunian Murah Terkapar
“Pasar properti diperkirakan akan terus tumbuh tahun ini. Kami memperkirakan permintaan dari ekspansi korporasi akan mendukung sektor perkantoran dan industri/logistik, sementara pergeseran gaya hidup perkotaan akan mendorong sektor ritel,” ujar Angela.
Ia juga menambahkan bahwa moncernya angka kunjungan pelancong bakal menjadi vitamin bagi tingkat okupansi hotel di Jakarta.
Laju pertumbuhan ekonomi nasional yang anteng di angka 5 persen selama lima tahun terakhir menjadi fondasi kepercayaan diri para pemain pasar.
Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus, menyebut stabilitas ini bukan sekadar pemanis di atas kertas. Target ambisius pemerintah untuk menyentuh angka 6–8 persen pada 2029 dipandang sebagai magnet bagi investor global.




