Hingga akhir 2025, mal kelas atas masih merajai pasar dengan tingkat okupansi mencapai 95 persen. Secara keseluruhan, sektor ritel tetap kokoh di angka keterisian di atas 85 persen.
Di level regional, Angela Wibawa melihat Indonesia tetap menjadi “gadis cantik” di mata investor asing. Kekayaan sumber daya alam dan pasar konsumsi yang jumbo menjadi jaminan daya tarik.
“Indonesia tetap menarik bagi investor asing, didukung oleh sumber daya alam yang melimpah, kekuatan komoditas, dan pasar konsumen yang besar dan tumbuh pesat,” pungkas Angela. (*)






