Teknologi MLFF hadir untuk mengubah mekanisme tersebut melalui sistem pembayaran nirsentuh berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS).
Dengan sistem ini, kendaraan dapat melaju bebas tanpa hambatan fisik gardu tol. “Jadi benar-benar menghilangkan antrean di pelataran tol dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas,” jelas Anton.
Baca Juga: Kemacetan Parah di Tanjung Priok, Pelindo Minta Maaf
Komitmen Pemerintah Selesaikan Proyek MLFF
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, memastikan proyek strategis nasional yang didanai pemerintah Hungaria senilai Rp4,65 triliun ini tetap berjalan meski sempat diterpa kendala teknis.
Dody menegaskan koordinasi lintas lembaga terus dilakukan untuk menyempurnakan sistem sebelum diimplementasikan secara luas.
“MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan nonteknis, tetapi itu sudah dibereskan semua. Namun karena melibatkan banyak pihak, tentu perlu waktu untuk merapikannya,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta.
Proyek yang digarap oleh PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) ini diproyeksikan menjadi lompatan besar bagi infrastruktur digital Indonesia.
Jika berhasil diterapkan, waktu layanan per kendaraan akan mendekati nol detik karena penghapusan barrier (palang tol), sehingga kemacetan akibat proses transaksi di gerbang tol tinggal menjadi sejarah. (*)






