PGN tidak hanya mematuhi regulasi sebagai kewajiban administratif, tetapi mentransformasikannya menjadi budaya kerja yang adaptif dan proaktif.
Pencapaian lebih dari 484 juta Safe Man Hours hingga Mei 2026, membuktikan bahwa operasional PGN yang aman merupakan investasi paling berharga.
Baca juga: PGN Perluas Akses Gas Bumi di Yogyakarta Lewat Inovasi CNG Clustering untuk Rumah Tangga
Sehingga, mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas investasi sektor energi.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menegaskan bahwa keselamatan adalah nilai utama dalam setiap rantai bisnis perusahaan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam menjalankan operasional Subholding Gas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, implementasi HSSE tidak hanya menjadi kewajiban kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga penguatan budaya kerja.
“Agar seluruh infrastruktur gas bumi dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan dalam melayani kebutuhan energi nasional,” imbuhnya.
Sinergi untuk Keandalan Pasokan Energi Masa Depan
Kolaborasi strategis antara PGN dan pemerintah mencakup penguatan kompetensi SDM, manajemen risiko yang ketat, hingga inspeksi rutin terhadap seluruh aset instalasi di 18 provinsi.
Langkah ini menjamin operasional perusahaan tetap efisien, andal, dan minim gangguan, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional.
Baca juga: Daftar GasKita PGN Sekarang, Menangkan Program Bedah Dapur Impian di 2026!
Bagi para investor dan mitra, konsistensi PGN dalam menjaga standar keselamatan menjadikan PGN sangat kredibel dalam lanskap energi hijau.




