Terkait isu adanya SPBU yang tidak beroperasi, Pertamina menegaskan tengah melakukan evaluasi operasional secara serius. SPBU didorong untuk tetap melayani masyarakat secara optimal, terutama pada momentum libur panjang pekan ini.
Baca Juga:Â Dukung Net Zero Emission, Pertamina Patra Niaga Tanam 22 Ribu Pohon di Sekitar Kilang
“Setiap indikasi penyimpangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku untuk memastikan BBM dapat diakses secara adil oleh masyarakat,” tegas Edi.
Waspada Spekulan dan Penimbun
Meski stok dipastikan aman, Pertamina mengidentifikasi adanya konsentrasi antrean akibat dinamika konsumsi yang tidak normal.
Hal ini memicu habisnya stok dalam waktu singkat meski volume yang disalurkan sudah melampaui rata-rata harian.
Guna mengantisipasi praktik lancung, Pertamina memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum untuk menindak tegas aktivitas spekulan dan penimbunan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Pembelian berlebihan (panic buying) dinilai hanya akan memperpanjang antrean dan menghambat hak pengguna jasa lainnya di Bumi Khatulistiwa. (*)






