URBANCITY.CO.ID – Sepekan setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di pasar rakyat tetap terjaga.
Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Maret 2026.
Dalam kunjungannya, Mendag yang akrab disapa Busan ini mengungkapkan bahwa grafik harga sejumlah komoditas utama justru menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying).
“Berdasarkan pantauan kami ke teman-teman pedagang hari ini, pasokan bapok kita seperti beras, minyak, cabai, dan lain-lain cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli stok berlebihan karena ketersediaan bapok saat ini aman,” urai Mendag Busan di sela-sela peninjauan.
Baca Juga: Sokong Swasembada Pangan, Mendag Busan Dorong Bulog Maksimalkan Sistem Resi Gudang
Sinergi Pemantauan di 550 Titik Pasar
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim pengawasan harga dilakukan secara real-time melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Sistem ini menjangkau 550 titik pasar di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Mendag menjelaskan, koordinasi ketat juga dilakukan bersama Perum Bulog dan ID FOOD untuk memastikan kelancaran distribusi Minyakita serta beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Minimal 35 persen distribusi Minyakita diserahkan ke BUMN pangan. Saat ini, distribusinya sudah lebih dari 35 persen,” ungkap Busan.




