Bahlil mewanti-wanti agar draf kontrak baru nanti memastikan penerimaan negara lebih besar dari saat ini.
“Di dalam perpanjangan 2041 nantinya diharapkan pendapatan negara harus jauh lebih tinggi ketimbang pendapatan negara yang ada sekarang ini. Termasuk dalamnya royalti dan pajak-pajak lain khususnya emas. Ini biar tidak disalah terjemahkan lain-lain oleh saudara-saudara saya yang ada di tanah air,” tegasnya.
Sektor Migas: Komitmen USD 10 Miliar dari Exxon
Tak hanya tambang, sektor migas juga menjadi perhatian. Pemerintah tengah berkomunikasi intensif dengan ExxonMobil terkait perpanjangan operasi di Blok Cepu hingga 2055.
Baca Juga: Menteri Bahlil Buka Tender 110 Blok Migas Baru demi Kejar Target Swasembada Energi
Dalam skema ini, terdapat komitmen investasi tambahan sekitar USD 10 miliar untuk menjaga tingkat produksi (lifting) yang kini berada di kisaran 170–185 ribu barel per hari.
Bahlil menegaskan, seluruh proses negosiasi di AS ini berlandaskan pada mandat konstitusi Pasal 33 UUD 1945.
“Tentu dalam bernegosiasi kami akan mengedepankan kepentingan negara lebih ke depan karena pasal 33, (UUD) 1945 sebagaimana apa yang diarahkan dan diperintahkan oleh Bapak Presiden adalah kita harus mengedepankan kepentingan negara,” tandasnya. (*)






