Atase Perdagangan RI di Beijing, Junita Syartika, mencatat adanya tren peningkatan antusiasme pasar Tiongkok terhadap bahan baku industri dan pangan tropis asal Indonesia.
Baca Juga: Kemendag: Trade Expo Indonesia 2024 Peluang Perluas Ekspor ke Pasar Global
Kehadiran di Wuhan dianggap krusial untuk menjangkau pembeli potensial (buyer) di luar wilayah pesisir Tiongkok.
Hadirnya produk-produk Indonesia di Wuhan menjadi momentum untuk menunjukkan kualitas produk Indonesia secara langsung kepada para buyer potensial di wilayah Tiongkok.
“Terlebih, saat ini kami melihat antusiasme pasar Tiongkok terhadap produk pangan tropis dan bahan baku industri asal Indonesia terus meningkat,” tutur Junita.
Rekam Jejak Dagang dan Jejaring Bisnis
Berdasarkan data tahun 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Tiongkok mencapai angka fantastis sebesar USD 67,04 miliar.
Baca Juga: Hero Supermarket Gelar Italian Fair, Gandeng Italian Trade Agency
Khusus untuk sektor pangan olahan, nilai ekspor tercatat sebesar USD 386,48 juta, dengan biskuit manis, wafel, pasta, dan agar-agar sebagai produk yang paling diminati.
Guna memperkuat penetrasi, pemerintah juga menggelar dua forum jejaring bisnis dan investasi: Indonesia-China Food & Ecosystem (ICFE) Forum 2026 di Wuhan pada 30 Maret, serta forum untuk UKM dan investasi di Beijing pada 1 April mendatang.
Puntodewi meyakini dialog ini akan membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih dalam antara pelaku usaha kedua negara.
“Dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, kami optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang,” pungkasnya. (*)






