Baca Juga: Wonderful Indonesia Tayang di TV Belanda: Kemenpar Targetkan 17,6 Juta Wisman Lewat Serial Baru
Salah satu terobosan yang mencuri perhatian adalah pengenalan teknologi Tourism 5.0 melalui MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia).
Asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan ini dirancang untuk membantu wisatawan merencanakan perjalanan ke Indonesia secara presisi dan digital.
Konektivitas Udara dan Target Transaksi
Partisipasi tahun ini juga menjadi ajang promosi rute penerbangan langsung terbaru dari Singapura ke sejumlah titik di tanah air.
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, akses menuju Labuan Bajo, Semarang, Palembang, dan Medan telah dibuka. Menyusul pada Mei mendatang, rute Singapura–Tanjung Pandan dijadwalkan mulai beroperasi.
Baca Juga: Kemenpar Mitigasi Dampak Perang Timur Tengah: Fokus Bidik Wisman Asia dan Pasifik
Kemenpar memproyeksikan potensi transaksi dari ajang ini mencapai 272.371,45 dolar AS atau setara Rp4,3 miliar.
Selain itu, pameran ini diharapkan mampu menarik kunjungan langsung 725 wisatawan mancanegara dan menjangkau lebih dari 100.000 pengunjung pameran.
Dengan fokus pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas seperti Mandalika dan Labuan Bajo, Indonesia optimis mampu meningkatkan belanja wisatawan mancanegara yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi kreatif di berbagai daerah.
Kehadiran di NATAS 2026 sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan yang siap bersaing di level Asia Pasifik. (*)






