URBANCITY.CO.ID – Diplomasi genteng ala Menteri Ara. Langkah kaki Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terhenti di Jalan Cibuntu Selatan, Kota Bandung, Jumat, 13 Februari 2026.
Di pemukiman padat itu, ia meninjau proyek “Gotong Royong Merenovasi Rumah Merah Putih”—sebuah kolaborasi antara kementeriannya dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.
Bukan sekadar seremonial, kunjungan ini membawa pesan baru dari Jakarta: mandat “gentengnisasi”. Maruarar menegaskan bahwa ke depan, renovasi rumah rakyat tidak boleh asal jadi.
Penggunaan genteng tanah liat menjadi instruksi khusus untuk memastikan hunian warga lebih manusiawi sekaligus menghidupkan industri kecil.
Baca Juga: Pengusaha Properti Kecewa, Urus Cepat IMB Tak Seperti Janji Menteri Ara
“Termasuk yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi, nanti akan saya ajak semua pihak terkait mengunjungi pabrik genteng seperti di Majalengka agar meningkatkan UMKM,” ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Sejauh ini, kolaborasi dengan Buddha Tzu Chi telah memoles 739 unit rumah sepanjang 2025. Di Cibuntu sendiri, 42 rumah telah tegak berdiri kokoh, sementara 13 unit lainnya masih dalam pengerjaan.
Ara tak segan melayangkan pujian pada yayasan tersebut sebagai mitra strategis dengan kontribusi dana tanggung jawab sosial (CSR) paling jumbo.
“Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi menjadi yayasan dengan kontribusi CSR terbesar dalam program renovasi rumah. Semangat gotong royong seperti ini harus terus diperkuat,” katanya.




