Selain InfraNexia, Telkom tengah mempertajam taji bisnis pusat data melalui NeutraDC dan bisnis menara telekomunikasi lewat Mitratel.
Reorganisasi ini dilakukan agar pengelolaan aset lebih transparan, prudent, dan disiplin, sejalan dengan misi “Total Governance Reset” yang digaungkan oleh Danantara bagi perusahaan pelat merah.
Baca Juga: Telkom GoZero% Innovation Festival 2026: Sulap Limbah Kabel Jadi Paving Block Bernilai Ekonomi
Lepas Aset Non-Inti: Divestasi AdMedika
Sebagai bagian dari streamlining untuk merampingkan struktur organisasi, Telkom mulai melepas lini bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan inti bisnis telekomunikasi digital (non-core).
Langkah nyata tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) oleh TelkomMetra untuk divestasi penuh AdMedika Group di sektor kesehatan.
Dian menjelaskan, ke depan Telkom akan memperkuat struktur bisnis melalui operating company yang berfokus pada empat pilar utama:
- B2C (Konsumen ritel)
- B2B ICT (Solusi bisnis korporasi)
- Digital Infrastructure (Infrastruktur digital)
- International Business (Bisnis mancanegara)
- Kepatuhan Global dan Budaya Kinerja
Sebagai perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom memastikan transformasi ini tetap patuh pada regulasi ketat di kedua negara.
Baca Juga: Telkom Gunakan Platform Digital Stunting Action Hub Pantau Gizi 1.231 Anak di 9 Provinsi
Perubahan tidak hanya menyentuh aspek finansial, tetapi juga budaya perusahaan yang kini lebih menekankan pada akuntabilitas dan orientasi kinerja.






