URBANCITY.CO.ID — Di tengah fluktuasi harga komoditas global, PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 justru berhasil mempertebal pundi-pundi keuangannya sepanjang 2025. Raup EBITDA USD 887,44 Juta di 2025.
Anak usaha hulu Pertamina ini sukses mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$887,44 juta, melampaui target yang dipatok di angka US$865,96 juta.
Kunci dari rapor hijau ini bukan sekadar keberuntungan pasar, melainkan kombinasi apik antara efisiensi biaya dan genjotan produksi di lapangan.
Laporan perusahaan menunjukkan biaya produksi berhasil ditekan ke angka US$9,37 per BOE, lebih ramping ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai US$10,49 per BOE. Setali tiga uang, biaya operasi pun menciut menjadi US$11,18 per BOE.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa disiplin anggaran menjadi harga mati dalam mengawal operasional di wilayah kerja mereka.
Baca Juga: Berkat Pertamina EP Air Bersih Mengalir, Harapan Bangkit di Aceh Tamiang
“With tetap mengedepankan efisiensi dan keandalan operasi, PEP Zona 4 terus menjaga kinerja keuangan agar tetap solid sekaligus mendukung pasokan energi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Efisiensi tersebut kian bermakna karena dibarengi dengan kenaikan volume produksi. Produksi minyak melonjak 6,6 persen menjadi 27.642 barel per hari, sementara produksi gas stabil di angka 530,9 MMSCFD.
Strategi optimalisasi lapangan secara berkelanjutan tampaknya mulai membuahkan hasil di wilayah-wilayah kerja yang dikelola Zona 4.




