URBANCITY.CO.ID – Di tengah tekanan global tersebut, Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan ekonomi dan berpeluang mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2026 atau sekitar 5,3 persen hingga 5,6 persen.
Padahal, perekonomian global sepanjang 2025 berada dalam kondisi penuh ketidakpastian, bahkan mencapai level tertinggi dalam dua dekade terakhir.
Hal ini disampaikan Ekonom GREAT Institute Adrian Nalendra Perwira, dalam diskusi Ekonomi Outlook 2026 bertajuk “Melangkah Maju di Tengah Ketidakpastian” di Kantor GREAT Institute di Jakarta Selatan, Sabtu (10/1/2026).
Adrian menjelaskan bahwa analisis dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif secara terpadu, dengan memanfaatkan statistik deskriptif serta kajian struktural untuk membaca dinamika ekonomi nasional dan global.
Baca Juga: OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Terjaga Meski Ekonomi Global Melandai
“Data dari Global Economic Policy Uncertainty Index dan World Uncertainty Index menunjukkan bahwa 2025 merupakan titik tertinggi ketidakpastian global. Indonesia tidak terlepas dari dampak ini karena keterhubungannya dengan perekonomian dunia,” ujar Adrian.
Menurutnya, ketidakpastian global dipicu oleh akumulasi berbagai peristiwa, mulai dari krisis finansial global 2008, krisis Eurozone, Brexit, pandemi COVID-19, hingga perang dagang dan konflik geopolitik yang berlanjut hingga 2025. Kondisi ini menjadi tantangan awal bagi pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo.
Meski demikian, lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan ADB masih memandang Indonesia sebagai bright spot di tengah perlambatan global. Indonesia diproyeksikan mampu tumbuh stabil di kisaran 5% dan bahkan meningkat pada 2026.




