URBANCITY.CO.ID – Pemerintah pusat mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan, proyek ini harus tuntas tepat waktu tanpa mengabaikan aspek keamanan bangunan.
Pembangunan hunian ini merupakan buah kolaborasi antara pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Sinergi ini diharapkan mampu memangkas waktu birokrasi penyediaan rumah layak bagi para pengungsi yang telah lama kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: SIG Pasok 36.000 Bata Interlock untuk Huntap Korban Banjir di Padang
Maruarar Sirait menekankan bahwa penyediaan huntap adalah prioritas utama yang tidak boleh dikerjakan dengan setengah hati. Ia meminta pemerintah daerah dan kontraktor untuk memperketat pengawasan di lapangan.
“Kami ingin pembangunan hunian tetap ini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas. Masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak,” tegas Maruarar dalam keterangannya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Target Dua Tahap
Pemerintah telah menyusun linimasa percepatan dalam dua tahap utama. Tahap pertama mencakup 68 unit rumah yang ditargetkan rampung pada 5 Mei 2026.
Pada tanggal tersebut, pemerintah berencana langsung melakukan serah terima kunci kepada warga penerima manfaat.
Sementara itu, tahap kedua yang terdiri dari 35 unit rumah dijadwalkan selesai pada 30 Juni 2026. Total 103 unit rumah ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi warga agar tidak lagi tinggal di posko pengungsian atau hunian sementara.




