URBANCITY.CO.ID – Di trotoar kawasan Pengadegan, Jakarta Selatan, Tasya Putri adalah dirigen bagi simfoni pagi yang sibuk. Tangannya lincah menata saset kopi di atas gerobak yang masih mengkilap. Bukan sekadar berjualan kafein instan, bagi Tasya, setiap gelas kopi yang terjual adalah langkah kecil menuju panggung wisuda.
Gadis mahasiswa kesehatan ini sempat berada di titik nadir. Dengan tiga adik yang masih menggantungkan biaya sekolah padanya—termasuk si bungsu yang baru masuk taman kanak-kanak—berjualan gorengan tak lagi cukup untuk menutup lubang kebutuhan. Bayang-bayang putus kuliah sempat menghantui, hingga UMiMAX datang membawa “kendaraan” baru bagi asanya.
“Saya adalah mahasiswa kesehatan. Ketiga adik saya juga masih sekolah, bahkan ada yang baru masuk TK. Alhamdulillah sejak gabung dengan UMiMAX, saya sangat terbantu untuk membayar biaya kuliah dan sekolah,” ujar Tasya, matanya berbinar saat ditemui di sela acara silaturahmi mitra di Taman Tebet, Sabtu lalu.
Baca Juga: Diplomasi Keranjang Belanja, Cara UMKM BISA Ekspor Menembus Sekat Pasar Global
Bukan Sekadar Gerobak
Bagi orang awam, apa yang dimiliki Tasya hanyalah gerobak “Kopling” atau Kopi Keliling. Namun, bagi Pertamina, ini adalah unit ekonomi mikro yang terukur. Lewat program Ultra Mikro Pertamina Aksi (UMiMAX), Tasya tak lagi menjajakan dagangan dengan peralatan seadanya.
Sejak bergabung pada 2025, ia dibekali paket usaha lengkap yang mampu mendongkrak kepercayaan diri—dan tentu saja, omzetnya. Angka-angka di catatan keuangannya pun menanjak drastis. Dari pendapatan harian yang semula hanya berkisar Rp400 ribu, kini ia kerap mengantongi hingga Rp1,2 juta.




