URBANCITY.CO.ID – Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD, melayangkan kritik tajam terhadap pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya masih berantakan di tingkat daerah.
Meski menganggap program tersebut memiliki tujuan mulia, Mahfud mencermati adanya lubang besar dalam manajemen distribusi dan pengawasan kualitas makanan yang sampai ke tangan warga.
Melalui kanal YouTube resminya, Guru Besar Hukum Tata Negara ini menyebut keluhan masyarakat di media sosial terkait menu yang tidak layak hingga keterlambatan distribusi adalah sinyal bahwa sistem yang ada perlu dirombak total.
“MBG ini penting tapi tata kelolanya diatur lagi tentang cara mengelolanya, agar tidak amburadul,” ucap Mahfud MD sebagaimana dikutip pada Jumat, 20 Maret 2026.
Baca Juga: Pidato Prabowo di WEF: Soroti MBG, Tambang Ilegal, dan Ekonomi RI
Ironi Lele Mentah dan Ketiadaan Kulkas
Mahfud membeberkan salah satu temuan janggal dalam implementasi di lapangan, tepatnya di Pamekasan, Madura.
Di wilayah tersebut, alih-alih menerima makanan siap santap, warga justru dikirimkan bahan pangan mentah yang sulit disimpan oleh pihak sekolah.
“Di Pamekasan dikirim lele mentah untuk 3 hari ke depan. Padahal di sekolah tak ada kulkas,” papar Mahfud. Kondisi ini, menurutnya, sangat berisiko terhadap higienitas pangan dan efektivitas program dalam meningkatkan gizi anak sekolah.
Menagih Sanksi atas Kasus Keracunan
Tak hanya soal logistik, Mahfud juga menyoroti rentetan kasus dugaan keracunan makanan yang sempat mencuat di beberapa daerah.




