Bernard menekankan bahwa pengembangan ADAS memerlukan riset mendalam agar sistem tersebut dapat selaras dengan karakteristik infrastruktur jalan di setiap negara, termasuk Indonesia.
Pendukung, Bukan Pengganti Pengemudi
Meski dibekali kecanggihan sensor, industri otomotif menegaskan bahwa ADAS adalah mitra pendukung, bukan pengganti peran manusia di balik kemudi.
Baca Juga: Toyota BZ2X: Mobil Listrik SUV dengan Harga dan Spesifikasi Menarik
Tanggung jawab utama dalam pengambilan keputusan tetap berada pada pengemudi. Teknologi ini hadir sebagai lapisan pelindung tambahan untuk meminimalisir dampak dari keterlambatan respons manusia.
“Bagi Bosch, teknologi memainkan peran integral dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman dan terhubung,” jelas Bernard.
Seiring meningkatnya adopsi fitur keselamatan aktif ini, diharapkan perilaku berkendara masyarakat menjadi lebih stabil dan konsisten. Kesadaran akan fungsi ADAS yang tepat diyakini dapat menciptakan ekosistem lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan. (*)




