Teknologi AI Tiru Suara CS, Waspadai Penipuan: Cara Verifikasi Aman

Ilustrasi CS yang sedang menelpon (Pexels)

URBANCITY.CO.ID – Dalam kehidupan sehari-hari, teknologi kecerdasan buatan (AI) telah berkembang pesat, termasuk dalam dunia penipuan. Salah satu ancaman yang kini muncul adalah penipuan yang menggunakan suara tiruan, atau yang dikenal sebagai voice cloning. Mari kita ikuti kisah Budi, seorang pengguna platform digital, yang hampir menjadi korban penipuan semacam ini.

Pada suatu malam sekitar pukul 9, ponsel Budi berdering. Panggilan masuk dari nomor asing, namun ia tetap mengangkatnya. Suara penelepon terdengar profesional, sopan, dan sangat meyakinkan, persis seperti customer service (CS) DANA yang pernah ia hubungi sebelumnya.

“Selamat malam, Pak Budi. Saya dari tim CS DANA. Kami mendeteksi ada transaksi mencurigakan di akun Bapak senilai Rp 5 juta. Untuk keamanan, mohon verifikasi dengan memberikan kode one-time password (OTP) yang akan kami kirimkan lewat SMS,” ucap orang yang mengaku CS tersebut.

Budi hampir saja membacakan kode OTP yang masuk via SMS. Namun, ia tiba-tiba menyadari ada yang tidak beres. DANA biasanya berkomunikasi melalui aplikasi atau e-mail resmi, bukan telepon dari nomor asing. Dengan curiga, Budi memutus sambungan dan memverifikasi nomor tersebut. Hasilnya mengejutkan: nomor itu telah dilaporkan puluhan kali sebagai nomor penipu.

Baca Juga : Menteri Agus: Sinergi RI-Tiongkok Cetak SDM Industri Unggul

Suara di telepon itu bukanlah CS asli, melainkan hasil rekayasa AI yang disebut voice cloning. Teknologi ini mampu meniru suara manusia dengan kemiripan hingga 99 persen, sehingga sulit dibedakan.

Ancaman ini kini menjadi masalah nyata bagi pengguna platform digital. Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan AI. Penipuan jenis ini tidak hanya melibatkan pesan teks atau link palsu, tetapi juga voice cloning dan bahkan deepfake untuk membuat video palsu yang menyerupai wajah seseorang. Hal ini membuat korban semakin sulit membedakan komunikasi asli dari jebakan digital.

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, menjelaskan bahwa AI saat ini memungkinkan pelaku kejahatan merekam, mempelajari, dan meniru suara seseorang, termasuk CS dari platform keuangan digital.

“Dengan menggunakan suara yang sudah dipelajari tersebut, penipu dapat melakukan percakapan seolah-olah mereka adalah orang yang dikenal korban,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

Dalam praktiknya, pelaku menghubungi korban via telepon dengan suara yang sangat meyakinkan, seolah-olah benar-benar dari CS platform keuangan. Mereka menciptakan skenario mendesak, seperti transaksi mencurigakan atau ancaman pemblokiran akun, untuk memancing korban memberikan data sensitif seperti kode OTP, PIN, atau nomor rekening. Suara profesional dan cara bicara sopan membuat korban merasa yakin berbicara dengan pihak resmi. Setelah data didapat, pelaku langsung mengakses akun dan melakukan transaksi ilegal. Korban baru sadar tertipu saat saldo berkurang atau menerima notifikasi transaksi tak dikenal.

Untuk melindungi diri dari penipuan suara ini, pengguna platform digital, terutama keuangan, perlu menerapkan langkah pencegahan. Pertama, selalu verifikasi melalui kanal resmi. Jangan percaya nomor telepon asing yang mengaku dari CS. Jika menerima panggilan mencurigakan, tutup dulu, lalu hubungi CS melalui nomor resmi di aplikasi atau situs web untuk memastikan keaslian.

Kedua, jangan pernah berikan kode OTP, PIN, atau CVV kartu kredit kepada siapa pun. CS resmi tidak pernah meminta data sensitif via telepon. Jika diminta, itu pasti penipuan, karena data tersebut sangat rahasia dan hanya untuk pemilik akun.

Ketiga, cek nomor telepon sebelum memberikan informasi. Untuk pengguna DANA, gunakan fitur Scam Checker di menu DANA Protection. Fitur ini, yang merupakan Jaminan Anti Penipuan, memungkinkan verifikasi nomor telepon, link, akun media sosial, atau nomor rekening yang mengaku dari DANA dalam hitungan detik. Cara mudahnya: buka aplikasi DANA, masuk menu DANA Protection, pilih Scam Checker atau Cek Risiko Penipuan, lalu masukkan nomor.

Fitur ini terintegrasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sehingga hasil berdasarkan laporan masyarakat. Jika nomor terbukti penipu, Anda bisa lapor langsung via “Lapor via Aduan Nomor” ke Komdigi, membantu memperkuat database anti-penipuan nasional.

Keempat, waspadai tanda mencurigakan seperti tekanan waktu berlebihan (“segera atau akun diblokir”), permintaan data tak lazim, atau suara latar aneh.

Kelima, jangan panik saat menerima panggilan klaim masalah akun. Pelaku andalkan kepanikan agar korban bertindak cepat tanpa pikir. Tenangkan diri, verifikasi dulu. Berhati-hati tak rugi, tapi buru-buru berisiko besar.

Terakhir, jika ragu, hubungi kanal resmi. DANA tak pernah hubungi proaktif untuk minta OTP atau PIN. Jika ragu, hubungi via chatbot DIANA di aplikasi, e-mail ke help@dana.id, atau call center 1500 445. Dengan langkah ini, kita bisa lebih aman dari ancaman penipuan AI.

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

maujp

maujp

sabung ayam online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

118000541

118000542

118000543

118000544

118000545

118000546

118000547

118000548

118000549

118000550

118000551

118000552

118000553

118000554

118000555

118000556

118000557

118000558

118000559

118000560

118000561

118000562

118000563

118000564

118000565

118000566

118000567

118000568

118000569

118000570

118000571

118000572

118000573

118000574

118000575

118000576

118000577

118000578

118000579

118000580

118000581

118000582

118000583

118000584

118000585

118000586

118000587

118000588

118000589

118000590

118000591

118000592

118000593

118000594

118000595

118000596

118000597

118000598

118000599

118000600

118000601

118000602

118000603

118000604

118000605

118000606

118000607

118000608

118000609

118000610

118000611

118000612

118000613

118000614

118000615

128000606

128000607

128000608

128000609

128000610

128000611

128000612

128000613

128000614

128000615

128000616

128000617

128000618

128000619

128000620

128000621

128000622

128000623

128000624

128000625

128000626

128000627

128000628

128000629

128000630

128000631

128000632

128000633

128000634

128000635

128000636

128000637

128000638

128000639

128000640

128000641

128000642

128000643

128000644

128000645

128000646

128000647

128000648

128000649

128000650

128000651

128000652

128000653

128000654

128000655

128000656

128000657

128000658

128000659

128000660

128000661

128000662

128000663

128000664

128000665

128000666

128000667

128000668

128000669

128000670

128000671

128000672

128000673

128000674

128000675

128000676

128000677

128000678

128000679

128000680

138000421

138000422

138000423

138000424

138000425

208000281

208000282

208000283

208000284

208000285

208000286

208000287

208000288

208000289

208000290

208000291

208000292

208000293

208000294

208000295

208000296

208000297

208000298

208000299

208000300

208000301

208000302

208000303

208000304

208000305

208000306

208000307

208000308

208000309

208000310

208000311

208000312

208000313

208000314

208000315

208000316

208000317

208000318

208000319

208000320

208000321

208000322

208000323

208000324

208000325

208000326

208000327

208000328

208000329

208000330

208000331

208000332

208000333

208000334

208000335

208000336

208000337

208000338

208000339

208000340

208000341

208000342

208000343

208000344

208000345

208000346

208000347

208000348

208000349

208000350

208000351

208000352

208000353

208000354

208000355

news-1701