Kini, melalui teknologi OCR, sistem mampu membaca dan memvalidasi dokumen secara otomatis tanpa intervensi fisik. Penggunaan tanda tangan digital dan e-meterai juga memangkas waktu penyelesaian dokumen hingga maksimal 3 x 24 jam. Efisiensi ini diproyeksikan mampu menghemat biaya cetak dan distribusi hingga ratusan juta rupiah per tahun.
Direktur Business & Strategy Telkom Akses, Djoko Srie Handono, menilai sistem ini akan memperkuat ekosistem kemitraan yang lebih sehat dan akuntabel.
Dari perspektif bisnis dan strategi, LENSA Invoice Material didorong sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional di fungsi procurement dan vendor management.
“Dengan proses penagihan yang terstandardisasi, terotomasi, dan transparan, kami dapat mempercepat siklus bisnis sekaligus membangun hubungan kemitraan yang lebih sehat, akuntabel, dan berkelanjutan,” ungkap Djoko.
Implementasi Nasional
Setelah melewati fase piloting sejak Januari 2025, LENSA Invoice Material resmi diimplementasikan secara nasional kepada 102 mitra material mulai pekan kedua Januari 2026. Proyek ini merupakan hasil sinergi lintas fungsi antara unit IT, Procurement, Inventory, hingga Finance.
Dengan digitalisasi ini, Telkom Akses berharap para mitra dapat lebih fokus pada kualitas eksekusi proyek di lapangan tanpa terbebani urusan administrasi yang repetitif.
Ke depan, perusahaan berkomitmen terus mengembangkan kapabilitas otomasi cerdas guna menciptakan nilai tambah bagi TelkomGroup dan seluruh pemangku kepentingan. (*)






