“Ini membuktikan bahwa produk kerajinan Indonesia betul-betul berkualitas dan berdaya saing kuat di pasar global, sehingga buyer yakin untuk melakukan pembelian ulang (repeat order),” kata Reni saat menghadiri acara Pelepasan Ekspor di Yogyakarta.
Secara rinci, total volume pengiriman selama periode empat bulan pertama di tahun 2026 ini mencapai 9.514 pieces produk. Reni menambahkan, reputasi IKM Indonesia kian harum karena mampu memenuhi standar ketat pasar Eropa yang tidak hanya menuntut kualitas fisik, tetapi juga legalitas bahan baku dan tanggung jawab sosial.
Pemberdayaan Ribuan Perajin Lokal
Didirikan sejak 2012 oleh pasangan Windu Sinaga dan Riris Simanjuntak, PT Indo Risakti konsisten memanfaatkan bahan alami ramah lingkungan seperti eceng gondok, pandan laut, hingga pelepah pisang. Selain aspek lingkungan, kekuatan utama IKM ini terletak pada pemberdayaan masyarakat.
Perusahaan ini tercatat bermitra dengan 15 pimpinan perajin yang membina ribuan orang di berbagai desa sekitar Yogyakarta. Saat permintaan melonjak, kegiatan produksi dapat melibatkan hingga 1.500 perajin lokal.
Untuk memperkuat kepercayaan pasar global, PT Indo Risakti juga telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional, termasuk Business Social Compliance Initiative (BSCI) dan program Sustaining Competitive and Responsible Enterprises (SCORE) dari ILO.
Sertifikasi ini menjamin bahwa setiap produk yang dihasilkan telah melalui praktik produksi yang transparan dan bertanggung jawab secara sosial.




