Peacekeeping Bukan Peacemaking
Dalam keterangannya, Sugiono menekankan perbedaan mendasar peran pasukan UNIFIL. Ia mengingatkan bahwa personel di lapangan tidak dipersiapkan untuk pertempuran ofensif, melainkan untuk menjaga stabilitas di wilayah konflik.
Baca Juga: Personel TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat Dewan Keamanan
“They are peacekeeping, not peacemaking. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peacemaking. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga, dan ini juga merupakan mandat dari PBB peacekeeping ini,” kata Menlu.
Indonesia mendorong PBB untuk melakukan audit dan evaluasi total terhadap standar prosedur keselamatan (SOP) bagi seluruh pasukan penjaga perdamaian, terutama di zona panas seperti Lebanon selatan. Hal ini krusial demi menjamin keselamatan para prajurit yang menjalankan mandat internasional.
“Kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi, agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka,” tandas Sugiono.
Hingga saat ini, penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa tiga prajurit tersebut masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL untuk memastikan apakah terdapat unsur kesengajaan dari pihak-pihak yang bertikai di Lebanon. (*)






