1. Para siswa siswi SD 1 Atap Cibuaya tengah memperhatikan materi dari team workshop KKN UIC Jakarta
Para siswa siswi SD 1 Atap Cibuaya tengah memperhatikan materi dari team workshop KKN UIC Jakarta
2. Para siswa dan siswi tengah memperhatikan materi yang diberikan
Para siswa dan siswi tengah memperhatikan materi yang diberikan
3. Mahasiswa KKN UIC Jakarta ajarkan teknik editing video kepada siswa SMP 1 Atap Sedari. (Foto: Urbancity/Asti)
4. Mahasiswa KKN UIC ajarkan doa dan Juz Amma dengan metode games interaktif bagi anak-anak Sedari. (Foto: Urbancity/Dahlia)
5. Tim KKN UIC beri workshop konten kreatif bagi siswa SMP-SD 1 Atap Cibuaya demi kuasai dunia digital. (Foto: Urbancity/Asti)
URBANCITY.CO.ID – Mahasiswa KKN Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta melakukan langkah strategis dengan menggelar workshop ide konten kreatif bagi siswa SMP dan SD 1 Atap Cibuaya.
Di era digital yang bergerak cepat, penguasaan literasi media menjadi modal krusial bagi generasi muda untuk bersaing di tingkat global.
Workshop ini membekali para siswa dengan keterampilan dasar dalam mengembangkan ide inovatif yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dengan tren media digital saat ini.
Masyarakat urban kini memandang kemampuan memproduksi konten sebagai soft skill yang sangat berharga untuk menunjang karier masa depan.
Mahasiswa KKN UIC Jakarta menyadari pentingnya transformasi digital di lingkungan pendidikan desa agar siswa memiliki daya saing yang setara dengan rekan-rekan mereka di perkotaan.
Baca juga:Â Workshop Kreatif KKN UIC Jakarta: Bekali Siswa SMP Sedari Skill Videografi dan Editing Digital
Inisiatif ini merupakan investasi intelektual yang mempersiapkan generasi penerus Cibuaya untuk lebih bijak dan produktif dalam mengoptimalkan teknologi informasi.
Strategi Edukasi Kreatif Lintas Jenjang
Tim workshop UIC Jakarta membagi diri ke dalam dua kelompok untuk menjangkau jenjang yang berbeda secara optimal di lokasi sekolah.
Siswa kelas 9 SMP mendapatkan materi pengembangan ide konten kreatif, sementara siswa kelas 5–6 SD memperoleh pengenalan mendasar mengenai dunia media sosial.
Pembagian fokus ini memastikan bahwa pesan edukasi tersampaikan secara proporsional sesuai dengan kapasitas kognitif setiap kelompok usia.




