Lebih lanjut, ia meminta agar tahapan Pre Job Safety Meeting (PJSM) tidak sekadar menjadi formalitas belaka. PJSM harus mencakup identifikasi bahaya yang mendalam serta langkah mitigasi yang konkret sebelum alat berat dioperasikan.
Baca Juga: PHE Jambi Merang Ubah Singkong Jadi Tepung Mocaf, Ekonomi Warga Simpang Bayat Melesat
Penguatan Komunikasi Dua Arah
Senada dengan Awang, Direktur Operation Pertamina Drilling, Aziz Muslim, mengapresiasi capaian nihil kecelakaan (safe operation) pada Rig PDSI#40.3 sejauh ini.
Namun, ia mengingatkan agar pekerja tidak terlena dan tetap berani mengambil tindakan jika melihat potensi bahaya di lapangan.
Aziz menekankan penguatan budaya keselamatan melalui Stop Work Authority (SWA)—hak setiap pekerja untuk menghentikan pekerjaan jika menemukan kondisi tidak aman.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas tailgate meeting melalui komunikasi dua arah antara pengawas dan operator.
“Pembentukan budaya keselamatan harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian, seperti kehadiran dalam setiap tailgate meeting, keberanian untuk menerapkan Stop Work Authority saat menemukan kondisi tidak aman, serta peningkatan kualitas PJSM melalui komunikasi dua arah,” tambah Aziz.
Baca Juga: Siasat PHE Menjinakkan Penurunan Alami di Jalur Transisi, Langkah Panjang Ketahanan Energi
Kunjungan safari Ramadan ini diharapkan mampu membakar semangat para “perwira” migas di Blora untuk tetap menjaga integritas sumur dan keselamatan diri, memastikan pasokan energi nasional tetap mengalir tanpa hambatan kecelakaan kerja. (*)






