Keputusan Kontroversial Liam Rosenior
Di sisi lain, tekanan hebat kini mengarah kepada manajer Chelsea, Liam Rosenior. Saat laga belum genap satu jam, Rosenior membuat keputusan yang memicu cemoohan suporter: menarik keluar Cole Palmer, Enzo Fernandez, dan Joao Pedro secara bersamaan. Pergantian ini dianggap sebagai sinyal “menyerah” sebelum laga usai.
Derita Chelsea digenapkan oleh gol ketiga PSG yang dicetak Senny Mayulu. Stadion perlahan sunyi, sementara sebagian kursi tribun mulai kosong sebelum peluit panjang berbunyi.
Baca Juga: Chelsea Melangkah ke Final Piala Dunia Klub 2025 Setelah Kalahkan Fluminense 2-0
Sayup-sayup, nama mantan pemilik Roman Abramovich terdengar diteriakkan fans sebagai bentuk sindiran atas ketidakstabilan klub saat ini.
“Ketika Anda tertinggal tiga gol, Anda butuh segala hal berpihak pada Anda. Kami melakukan yang sebaliknya. Ini adalah pelajaran yang sangat, sangat menyakitkan yang perlu kami pelajari sebagai sebuah grup,” kata Rosenior dengan nada getir.
Fokus Tersisa di Domestik
Tersingkir dari Eropa memaksa Chelsea mengalihkan seluruh fokus ke kompetisi domestik. Saat ini, The Blues masih tertahan di luar posisi lima besar klasemen Premier League.
Rosenior berdalih pergantian pemain kunci di tengah laga dilakukan untuk menjaga kebugaran jelang jadwal padat liga.
“Tugas saya adalah memastikan kami kembali. Ini tentang bagaimana Anda merespons, dan kami akan memastikan kami kembali,” tutup Rosenior. Namun, bagi publik Stamford Bridge, malam itu menyisakan luka dalam yang membuktikan bahwa jarak kelas antara sang juara dunia dan penguasa Eropa saat ini masih terpaut jauh. (*)






