Selain efisiensi kredit, BTN juga memperketat tata kelola dokumen agunan dengan membangun Records Center modern di beberapa kota seperti Bandung dan Semarang. Fasilitas ini menggunakan sistem penyimpanan dossier box yang diklaim tahan api dan rayap.
Modernisasi Cabang dan Digital Store
Menyadari citra kantor cabang yang sering dianggap kuno, BTN melakukan program rejuvenating branch. Sepanjang 2025, perseroan telah membuka 20 cabang baru dan merelokasi 29 kantor lainnya dengan konsep yang lebih dinamis, seperti yang terlihat di cabang Pondok Indah dan Central Park.
Baca Juga: Laba Bersih BTN Tembus Rp3,5 Triliun di Usia ke-76
Tak hanya itu, BTN mulai masuk ke ruang publik melalui 24 unit BTN Digital Store yang tersebar di pusat perbelanjaan.
Di beberapa lokasi, bank bahkan berkolaborasi dengan gerai kopi lokal untuk menciptakan suasana yang lebih santai bagi nasabah.
“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman. Strategi ini, menurutnya, adalah upaya “menjemput bola” agar bank hadir langsung di titik aktivitas masyarakat.
Dengan penguatan pada mesin pendanaan berkelanjutan (sustainable funding) dan diversifikasi produk di luar KPR (beyond mortgage), BTN optimistis fundamental bisnisnya akan semakin kokoh.
“Fundamental dalam pertumbuhan bisnis yang sustainable sudah kita bangun. Dan kita sekarang siap untuk melayani masyarakat Indonesia,” pungkas Nyoman. (*)






