Kehadiran TVS tidak hanya berdampak pada angka produksi, tetapi juga menyerap ratusan tenaga kerja langsung dan menghidupi sekitar 8.000 tenaga kerja tidak langsung melalui rantai pasok dan jaringan distributor. Saat ini, Indonesia menjadi basis produksi global TVS untuk pasar ASEAN, Amerika Latin, hingga Afrika.
Baca Juga: Vokasi Rasa Hungaria: Kemenperin Adopsi Teknologi Budapest, Cetak SDM Industri Berstandar Global
Dominasi Domestik dan Peluang Kendaraan Listrik
Kinerja industri roda dua secara nasional memang sedang menanjak. Sepanjang 2025, penjualan domestik menembus 6,4 juta unit, tumbuh 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Ekspor kendaraan utuh (CBU) juga mencapai 540 ribu unit dengan nilai ekonomi Rp10,5 triliun.
Setia menambahkan bahwa TVS juga disiplin dalam memenuhi standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hal ini membuat produk mereka terserap dalam pengadaan pemerintah, termasuk penyediaan 700 unit motor roda tiga untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
“Capaian TKDN ini membuka peluang lebih besar bagi TVS untuk berpartisipasi dalam pengadaan pemerintah, sejalan dengan amanat Perpres 46 Tahun 2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” imbuh Setia.
Menatap masa depan, Kemenperin mendorong TVS untuk serius menggarap ekosistem kendaraan listrik. TVS sendiri telah memulai lini produksi sepeda motor listrik serta perakitan unit baterai (battery pack) secara lokal.
Kemenperin berharap capaian satu juta unit ini menjadi pemantik investasi yang lebih besar untuk mendukung
hilirisasi mineral kritis di Indonesia. (*)






