URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas pengiriman ekspor sembilan ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia, Jumat, 27 Februari 2026.
Pelepasan produk senilai Rp270 juta yang berlangsung di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara ini menjadi sinyal kuat bahwa produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah kian kompetitif di pasar internasional.
Mendag Budi Santoso, yang akrab disapa Busan, menegaskan bahwa keberhasilan ini membuktikan kualitas produk lokal telah memenuhi standar global.
“Ekspor ini membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki daya saing dan kualitas yang mampu diterima pasar global. Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengikuti jejak menembus pasar ekspor,” ujarnya.
Baca Juga: Mendag Budi Santoso: Perdagangan Pasar Gambir Tebing Tinggi Normal Pascabencana Banjir
Keripik Pisang Kepok Keling Archila sendiri memulai langkahnya dari skala rumahan pada 2016. Berkat konsistensi menjaga mutu dan melengkapi legalitas serta sertifikasi halal, usaha ini telah rutin menembus pasar Malaysia sejak 2022.
Strategi BISA Ekspor dan Dukungan 33 Negara
Kementerian Perdagangan kini tengah menggenjot program UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor untuk memperluas akses pasar. Program ini mengandalkan peran 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara untuk melakukan business matching.
Menurut Mendag Busan, sepanjang 2025, kementeriannya telah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan total transaksi mencapai USD 134,8 juta atau setara Rp2,2 triliun.




