Menariknya, 70 persen dari jumlah tersebut adalah pelaku usaha yang baru pertama kali mencicipi pasar ekspor.
“Kami ingin UMKM tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Baik UMKM besar, menengah, kecil, di kota maupun di desa, semuanya harus punya kesempatan yang sama untuk ekspor,” tegasnya.
Baca Juga: Luncurkan TEI 2026, Mendag Budi Santoso Targetkan Transaksi Ekspor USD 17,5 Miliar
Wakil Gubernur Sumatra Utara, Surya, menambahkan bahwa ekspor ini mencerminkan keberhasilan hilirisasi sektor pertanian di wilayahnya.
Ia berharap nilai tambah produk tidak berhenti pada bahan mentah, melainkan terus berkembang menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi.
Peresmian Pusat Konveksi dan Gerakan ‘Gaspol’
Di hari yang sama, Mendag Busan juga meresmikan Pusat Konveksi Kota Tebing Tinggi. Fasilitas ini diharapkan menjadi inkubator bagi industri tekstil lokal untuk meningkatkan daya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Busan juga mempromosikan Gerakan Kamis Pakai Lokal (Gaspol). Inisiatif yang awalnya mewajibkan pegawai Kemendag memakai produk lokal setiap hari Kamis ini, kini telah berkembang menjadi kebiasaan harian.
“Dengan demikian, produk-produk dalam negeri akan digunakan dan dikenal secara luas karena kualitasnya sangat baik dan tidak kalah saing,” pungkas Mendag Busan.
Pelepasan ekspor ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, dan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang.(*)





