Ayu menambahkan, partisipasi ini juga strategi nation branding. “Upaya ini sekaligus menjadi sarana membangun citra produk Indonesia sebagai produk berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi,” imbuh Ayu.
Syarifah, pemilik Arifahstudio, merasakan manfaatnya langsung. Ia senang bergabung di Paviliun Indonesia dan melihat Spring Fair sebagai pintu lebar untuk jaringan pasar.
Baca Juga: Dirut BRI Soroti Peran UMKM dalam Keuangan Berkelanjutan di WEF Davos 2026
“Melalui keikutsertaannya dalam pameran tersebut, Syarifah mengungkapkan telah memperoleh sejumlah kontak pembeli potensial yang dinilai menguntungkan bagi pengembangan usahanya.”
Data perdagangan menunjukkan potensi besar. Pada Januari–November 2025, total perdagangan Indonesia-Inggris mencapai USD 2,41 miliar, dengan ekspor RI USD 1,43 miliar dan impor USD 973,20 juta.
Tahun sebelumnya, totalnya USD 2,78 miliar, ekspor USD 1,81 miliar, dan impor USD 978,80 juta. Ekspor utama RI ke Inggris meliputi besi dan baja, alas kaki, mesin listrik, kayu, serta pesawat mekanik.
Impor dari Inggris didominasi mesin, kendaraan, peralatan listrik, optik, dan farmasi. Dengan langkah ini, UMKM perempuan Indonesia siap menambah kontribusi ekspor, sekaligus membuktikan daya tahan ekonomi kreatif Tanah Air di tengah persaingan global. (*)






