Pertamina menghadirkan 32 mitra binaan di pameran ini. Salah satu kisah sukses datang dari Novita Hermawan, pemilik Agrominafiber Handicraft asal Kebumen. Usahanya memproduksi home decor dari serat alam seperti eceng gondok dan pelepah pisang, yang kini rutin diekspor ke Amerika Serikat.
Baca Juga: 350 UMKM Perempuan Binaan Pertamina Siap Tembus Pasar Nasional
“Ini kali kedua saya diajak Pertamina ke INACRAFT. Dampaknya sangat nyata pada networking, branding, hingga omzet kami. Pertamina benar-benar hadir memberikan dukungan nyata bagi kami pelaku usaha kecil,” ungkap Novita.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, dalam pembukaan acara menegaskan INACRAFT sebagai arena di mana tradisi bertemu inovasi. Tema tahun ini mencerminkan peran strategis perempuan dalam subsektor kriya, yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan subsektor kriya sebagai kontributor ekspor terbesar kedua di ekonomi kreatif, dengan nilai 12,03 miliar dolar AS pada Januari-November 2025.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kriya bukan hanya ekspresi budaya, tetapi penggerak perdagangan dan nilai tambah ekonomi nasional,” pungkasnya. (*)






