Baca Juga: BNI Tutup 2025 dengan Fundamental Solid, Likuiditas Kuat, Risiko Terkelola
Bank pelat merah ini menghibahkan mesin pencacah sampah dan mesin press plastik kepada Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Sekar Tanjung. Harapannya, sampah tak lagi sekadar menjadi residu yang berakhir di TPA, melainkan komoditas yang memiliki nilai tambah ekonomi bagi komunitas.
Bagi BNI, aksi ini adalah manifestasi dari prinsip tata kelola perusahaan yang berkelanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG). Okki menekankan bahwa citra pariwisata Bali sangat bergantung pada seberapa bersih wajah pesisirnya di mata dunia.
“Menjaga bumi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Kebersihan kawasan pesisir merupakan bagian penting dalam menjaga citra dan daya saing pariwisata Bali,” lanjutnya.
Melalui payung program “BNI Go Green”, perseroan berupaya memastikan bahwa ekspansi bisnis mereka tidak meninggalkan jejak karbon yang merusak. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi diharapkan berjalan linier dengan kelestarian alam.
“Komitmen BNI dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan. Perseroan mendorong agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegas Okki. (*)






