Forum kolaborasi lintas kementerian yang diinisiasi oleh Bappenas ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan pentingnya kebijakan afirmatif agar perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan.
“Perempuan harus menjadi bagian dari proses pembangunan. Kebijakan yang afirmatif diperlukan agar perempuan terlibat dalam strategi ekonomi dan pengambilan keputusan,” tegas Veronica Tan.
Fondasi Kualitas SDM Indonesia
Sejalan dengan visi Asta Cita ke-4, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, menyatakan bahwa ketahanan bangsa dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
Baca Juga: UMKM Perempuan Indonesia Serbu Pasar Ritel Inggris di Spring Fair 2026
Penguatan kapasitas perempuan secara otomatis akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional.
“Ketahanan bangsa dibangun dari tingkat keluarga. Dalam berbagai kondisi, perempuan memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan tersebut. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia,” ujar Febrian.
Sinergi antar-lembaga dalam forum ini diharapkan mampu melahirkan program konkret yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal dan ketahanan pangan berbasis komunitas.
Kementerian Ekraf sendiri optimistis bahwa penguatan kepemimpinan perempuan akan menjadi fondasi bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan inklusif. (*)






