Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar dan Raffi Ahmad Bahas Strategi IP dan Kolaborasi Global di Rakernas GEKRAFS
Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono, menilai dukungan pemerintah sangat krusial untuk membawa jamu “naik kelas” ke level nasional maupun global.
Ia berharap festival ini menjadi perayaan tahunan yang meningkatkan nilai ekonomi jamu secara signifikan.
“Kami ingin menjadikan festival ini sebagai perayaan tahunan berskala nasional yang mampu mengangkat jamu ke level yang lebih tinggi, baik dari sisi budaya maupun nilai ekonominya. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas dampaknya,” ungkap Jony.
Digitalisasi dan Kekayaan Intelektual
Salah satu poin penting dalam audiensi ini adalah penguatan Kekayaan Intelektual (IP) melalui platform digital seperti Alih Aksara Nusantara hasil kolaborasi Acaraki. Inisiatif ini membuka peluang pengembangan desain dan branding berbasis identitas lokal yang autentik.
Client Solution Manager PT ADX Asia, Bella Belinda, menambahkan bahwa pendekatan kreatif dan digital adalah kunci untuk merangkul audiens milenial dan Gen Z.
Baca Juga: Bazar Kreatif DWP Kemenekraf: Wamen Ekraf Irene Umar Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
“Kami melihat potensi besar dalam mengemas jamu melalui pendekatan kreatif dan digital. Festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga platform engagement yang mampu menarik minat generasi muda dan membuka peluang kolaborasi lintas industri,” jelas Bella.
Festival Jamu Nusantara 2026 yang digelar bertepatan dengan Hari Jamu Nasional ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat herbal dunia sekaligus memperkuat identitas budaya di kancah internasional. (*)






