URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan bahwa esensi kepemimpinan perempuan tidak hanya terletak pada ketajaman pengambilan kebijakan, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan empati dan solidaritas sosial.
Hal itu ia sampaikan dalam agenda bakti sosial “PIMTI Berbagi 2026” yang diinisiasi Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia di Jakarta, Sabtu, 7 Maret 2026.
Menurut Roro Esti, momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi para pemimpin perempuan di birokrasi untuk memperkuat semangat berbagi.
Ia menilai, sosok perempuan yang berkiprah sebagai Pimpinan Tinggi (PIMTI) di berbagai kementerian dan lembaga memiliki peran strategis untuk menciptakan terobosan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
“Negara ini membutuhkan sosok-sosok perempuan yang hebat seperti ibu-Ibu sekalian. Kontribusi dan kerja keras yang dilakukan tidak hanya berarti bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” ujar Wamendag Roro Esti di hadapan para pimpinan perempuan lintas instansi.
Stabilitas Harga dan Sisi Humanis Kebijakan
Sebagai pejabat di sektor perdagangan, Roro Esti menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Idulfitri.
Namun, ia mengingatkan bahwa instrumen kebijakan seperti operasi pasar dan pemantauan distribusi harus dibarengi dengan aksi kepedulian sosial.
Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok), khususnya saat Ramadan dan menjelang Idulfitri melalui penguatan distribusi, pemantauan harga secara berkala, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha.




