Menutup rangkaian kunjungan, Wamendag meninjau fasilitas PT Sat Nusapersada Tbk di Batam. Perusahaan ini merupakan pemain kunci yang memproduksi ponsel, laptop, hingga perangkat GPS untuk pasar global.
Direktur Utama PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Fan Hasibuan, mengaku optimistis meski dibayangi dinamika geopolitik.
“Meskipun dinamika geopolitik global perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, tetapi hingga saat ini pesanan dari pasar luar negeri masih relatif stabil dan berjalan dengan baik,” kata Abidin.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Cek Harga Pangan di Pasar Ciputat: Beras dan Minyakita Stabil Sesuai HET
Dukungan Infrastruktur dan Regulasi
Pemerintah berkomitmen memberikan karpet merah bagi industri yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.
Melalui Badan Standardisasi dan kebijakan kemudahan akses pasar, Kemendag berjanji akan terus mendampingi pelaku usaha agar standar produk mereka diakui secara internasional.
Kepala Bidang Perindustrian Kabupaten Bintan, Dian Erfanita, berharap kunjungan ini menjadi jembatan bagi para perajin fashion untuk bertemu dengan pembeli (buyer) potensial dari mancanegara.
Sinergi antara infrastruktur kawasan industri yang mumpuni dan kebijakan perdagangan yang adaptif diharapkan mampu menjadikan Kepulauan Riau sebagai mesin pertumbuhan ekspor baru bagi Indonesia di tahun 2026. (*)





