“Pasarnya bersih, pedagangnya ramah, dan sistem pembayarannya juga sudah digital. Hal ini sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi pasar-pasar rakyat lainnya,” ungkapnya.
Bidik Pasar Global Lewat Export Center Batam
Usai menyisir lapak pedagang, Wamendag melanjutkan agenda ke Export Center Batam untuk berdialog dengan pelaku UMKM berorientasi ekspor.
Ia menekankan bahwa posisi geografis Batam yang bertetangga langsung dengan Singapura dan Malaysia harus dimanfaatkan secara optimal sebagai pintu gerbang ekspor ASEAN.
Baca Juga: Wamendag Roro Esti Cek Harga Pangan di Pasar Ciputat: Beras dan Minyakita Stabil Sesuai HET
“Batam memiliki posisi yang sangat strategis karena letak geografisnya yang dekat dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan kawasan ASEAN lainnya. Oleh karena itu, UMKM di Batam perlu didukung dan didorong agar makin siap menembus pasar ekspor,” jelas Wamendag.
Sejak beroperasi pada Agustus 2025, Export Center Batam telah melayani 336 konsultasi ekspor melalui skema one stop service.
Salah satu pelaku usaha, Mariani pemilik Azzuri Snack, mengaku terbantu dengan fasilitasi pemerintah. Usahanya yang mengolah limbah ikan tenggiri kini mulai melirik pasar mancanegara sekaligus memberdayakan perempuan di lingkungan sekitarnya.
Kinerja perdagangan Kepulauan Riau sepanjang 2025 memang menunjukkan tren positif. Dengan total perdagangan nonmigas mencapai USD 40,26 miliar, provinsi ini berhasil mencatatkan surplus sebesar USD 1,1 miliar.
Pertumbuhan ekspor nonmigas yang melonjak 22,82 persen menjadi sinyal kuat bahwa Batam tetap menjadi motor penggerak ekonomi nasional di beranda depan Indonesia.






