“Kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain yang memiliki peringkat kredit setara,” kata Juda menambahkan.
Mengejar Target Negara Maju 2045
Pemerintah saat ini tengah berupaya mendongkrak pendapatan per kapita yang masih di kisaran US$ 5.000 agar bisa menembus standar negara maju di atas US$ 13.000 per tahun.
Juda memperingatkan pentingnya mengoptimalkan bonus demografi hingga tahun 2040 agar Indonesia tidak terjebak dalam middle income trap.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi, Anatomi Tiga Mesin Airlangga
“Kalau kita melewatkan periode ini, kita berisiko menjadi negara yang tua sebelum kaya,” tutur Juda. Demi ambisi tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen melalui rancangan APBN 2026 yang lebih ekspansif namun tetap terukur.
Optimisme Triwulan I-2026
Pada tahun anggaran 2026, total belanja negara diperkirakan mencapai Rp 3.847 triliun dengan target penerimaan sebesar Rp 3.153 triliun. Defisit pun dipatok lebih rendah di angka 2,68 persen dari PDB.
Menutup paparannya, Wamenkeu optimis pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 mampu melampaui capaian akhir tahun lalu.
Momentum Ramadan dan kucuran Tunjangan Hari Raya (THR) diprediksi menjadi motor penggerak konsumsi domestik dengan target pertumbuhan di angka 5,5 persen. (*)






