Peta Jalan AI Nasional dan 10 Prinsip Utama
Sebagai peta jalan operasional, pemerintah tengah mematangkan Peta Jalan AI Nasional. Dokumen strategis ini akan mengatur arah riset, pengembangan talenta digital, kolaborasi lintas sektor, hingga mitigasi risiko sejak tahap purwarupa.
Selain itu, Jakarta telah menetapkan sepuluh prinsip utama tata kelola AI. Prinsip-prinsip ini mencakup perlindungan data pribadi, transparansi sistem, hingga jaminan keadilan dan inklusivitas agar teknologi tidak menimbulkan diskriminasi digital.
“Kita membangun sistem yang lincah, tetapi tetap memiliki kendali yang jelas. Ini penting agar inovasi tidak berjalan tanpa arah,” tegas Nezar.
Jembatan Suara Negara Berkembang
Di level internasional, Indonesia berusaha memposisikan diri sebagai jembatan bagi kepentingan negara berkembang dalam diskusi tata kelola AI global.
Baca Juga: PELNI Perkuat Layanan Mudik Lebaran 2026: Pakai Teknologi Smartlock dan Kasur Anti-Bakteri
Nezar menekankan perlunya kerja sama yang setara agar setiap negara memiliki kedaulatan dalam menyusun regulasi teknologinya sendiri.
“Indonesia hadir sebagai jembatan. Kita membawa pengalaman dan kebutuhan negara berkembang ke dalam percakapan global,” kata Nezar.
Menutup paparannya, mantan anggota Dewan Pers ini menegaskan bahwa masa depan AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan kode program, tetapi pada kebijakan negara dalam mengarahkannya secara tepat sasaran.
“Kunci dari masa depan AI adalah memastikan manusia tetap menjadi pusat keputusan. Di situlah manfaat teknologi bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)





