Suasana magis ini semakin diperkuat dengan atraksi video mapping yang membalut kemegahan candi Hindu abad ke-9 tersebut.
Baca Juga: Misi TransNusa di Manado: Kemenpar Bidik Devisa Lewat Jalur Langsung Taipei-Sulawesi Utara
Bagi Ni Luh, perpaduan teknologi visual dan ritual sakral tersebut merupakan simbol harmoni. “Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” tuturnya.
Potensi Wisata Religi Global
Wamenpar menyoroti tren pariwisata global yang kini beralih ke arah pariwisata berkualitas (quality tourism) dan berkelanjutan. Wisatawan mancanegara kini cenderung mencari pengalaman yang memberikan kedekatan emosional dengan budaya dan masyarakat lokal.
Dengan status sebagai situs warisan dunia UNESCO, Prambanan memiliki peluang besar menangkap pasar spiritual tourism dan pilgrimage tourism. Apalagi, data menunjukkan jumlah umat Hindu di kawasan Asia-Pasifik tumbuh 12 persen dalam satu dekade terakhir.
Selain ritual keagamaan, puncak festival ini juga diisi dengan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) melalui International Conference yang menghadirkan narasumber lintas negara di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan. (*)






